Kamis, 06 Agustus 2015

Insomnia

Diposting oleh Unknown di 04.04 0 komentar
Oh… Ayolah~
“Kumohon, tidurlah.” Aku memelas pada diriku sendiri sambil meringkuk dibalik selimut.
Kulihat lagi jam dinding bergambar Mickey Mouse –hadiah saat ulang tahunku yang ke sembilan dari temanku, aku mengingat wajahnya tapi tidak dengan namanya. Kebiasaan burukku. Okay, lupakan. Kembali ke jam dinding, yang ternyata sekarang menunjukkan jarum pendeknya hampir menyentuh angka tiga, jarum panjangnya pas diangka 11, dan jangan minta aku menyebutkan jarum berwarna merah yang menunjukkan detik itu menunjuk keangka berapa, karena hanya membuatku bingung, benda itu terus bergerak.
Huh~
Aku lelah.
Terlalu berlebihan memang jika aku mengeluh lelah. Karena kemarin aku tidak melakukan hal-hal yang menguras energi lebih, seperti biasa hanyalah lazy day –makan, menonton, membaca, dan mengembangkan akun-akun sosial mediaku– karena tidak ada jadwal kuliah.
Tapi ini sama sekali bukan diriku. Aku bukanlah seseorang yang masih membuka mata diwaktu-waktu seperti ini, apapun alasannya.
Ratu tidur atau putri tidur –orang tidak mengatakan raja atau pangeran karena aku wanita.:3–, tukang tidur dan yang paling kusuka: gajah hibernasi/?/–karena aku menyukai gajah– walaupun gajah bukanlah golongan hewan yang berhibernasi.
Semua julukan itu tercipta untukku karena kegemaranku akan tidur. Aku sangat sangat sangat menyukai tidur.
Tapi… apa sekarang?! Aku tidak tidur!
Mataku yang tidak terbiasa akan hal ini sudah memerah tapi dia tidak mau tertutup. Sialan!
Mulutku sudah menguap tapi kemana rasa kantuk tidak tahu diri itu?
Aku ingin tidur!
“Aaaaaargh!”
Aku bergerak-gerak seperti orang gila diranjang besarku. Kurang empuk apa kasur ini?
Aku bangkit terduduk dan melihat kesekeliling. Apa aku harus melakukan sesuatu yang melelahkan? Tidak buruk.
Mengelilingi apartemen ini 5 kali akan menguras energi lebih, lebih sekali malah. Apartemen yang sudah kutinggali selama setahun ini tidaklah kecil.
“Ooh, tidaaaak…”
Tidak berhasil. Aku kehilangan energi tapi tetap saja masih tidak mengantuk.
Oh, Tuhan. Apa lagi yang harus kulakukan? Menghitung anak domba?
.
.
.
Oh, damn it! Ini tidak berguna. Aku sudah menghitungnya 10 kali.
Jarum panjangnya sudah menunjuk angka delapan.
Ah, sudahlah, aku tidak akan tidur.
“Aku akan melihat sunrise saja. Untuk pertama kalinya.”
Aku mengambil selimut dan boneka gajah abu-abu kesayanganku –perkenalkan, namanya bubu– dan melangkah pasrah ke balkon. Aku akan menikmati pemandangan kota dan menunggu matahari untuk bangun.
Matahari, kau harus senang akan hal ini.
“Ehhm. Hei…”
Mataku mencari suara itu, kiri dan kanan. Aku menemukan sosok itu disebelah kanan. Asing. Aku tidak percaya hal-hal tidak masuk akal, jadi aku tidak takut. Dan aku yakin dia bukanlah hantu, dia –hmm, terlalu tampan untuk hal itu.
“Hei… Kukira apartemen itu kosong.”
Ya, memang agak menyeramkan saat aku mengingat apartemen itu kosong sejak sebulan yang lalu setelah ditinggalkan penghuni lama –keluarga kecil– yang memilih untuk pindah ke Amerika. Tapi mengingatkan kembali, aku tidak takut. Dapat kulihat kakinya yang masih menginjak lantai.
“Aku baru pindah kemarin sore.” Dia tersenyum menjelaskan. Aku ikut tersenyum dan mengangguk-angguk paham sambil mengeratkan selimutku.
“Namaku Chanyeol. Park Chanyeol.” Aku melihatnya lagi. Senyumannya menarik. Seakan-akan mengajakku untuk ikut tersenyum.
“Kau bisa memanggilku Hyo.” Dia mengangguk.
“Kau… baik-baik saja?” Kenapa dia bertanya seperti itu? Apa aku terlihat kacau?
“Hahaha…” Dia tertawa. Dia menertawaiku?
“Maaf. Tidak ada yang  salah dengan wajah dan rambutmu.” Ah, aku baru sadar tangan kiriku berada dipipi dan yang kanan dirambutku.
“Hanya saja, matamu sangat merah.”
“Benarkah?” Kini kedua tanganku berpindah tempat dibawah mataku. Aku sedih akan ada lingkaran hitam dan kantung mata disini.
“Kau tahu? Aku sangat ingin tidur. Mataku perih dan aku menguap puluhan kali. Tapi aku tidak bisa tidur, sama sekali tidak bisa.”
“Kau insomnia?
“Entahlah. Selama aku hidup, ini adalah yang pertama kalinya.”
“Pasti sangat menyiksa.” Aku mengangguk-angguk setuju sambil mengerucutkan bibirku. Aku merasakannya dalam beberapa jam berakhir. Ini lebih menyiksa daripada menyelesaikan tugas mr.Kim yang mata kuliahnya sama sekali tidak kumengerti.
“Kau… apa yang kau lakukan di jam seperti ini?”
“Aku sunbaemu.” Aku tidak mengerti. Apa itu maksudnya, dia lebih tua dariku?
“Hahaha. Wajahmu lucu. Maksudku, aku juga insomnia. Sudah sejak 2 tahun yang lalu, jadi kukira aku adalah sunbaemu.” Aku mengangguk paham.
Kenapa harus serumit itu untuk menjawab kalau dia insomnia? Banyak jeda dan kami hanya tersenyum dan tersenyum lagi.
“Kau menyukai gajah?” Matanya tertarik pada bubu yang berada didalam pelukanku.
“Hmm, sangat. Lihatlah. Namanya bubu.” Antusiasku, aku suka memperkenalkan bubu pada orang lain. Tidak pantas memang jika orang tahu aku sudah berusia 20 tahun, usia yang cocok untuk meninggalkan benda-benda berbulu dan lembut yang disebut boneka. Tapi aku menyukai gajah dan semua boneka gajahku. Aku tidak peduli pendapat orang lain.
“Hai, bubu.” Dia melambai-lambaikan tangannya. Aku mendapatkan respon yang berbeda darinya. Haha, seperti anak kecil. Ini adalah hal kedua yang menarik darinya.
“Teman-temanku sering menyebutku gajah. Kau lihat? Telinga kami sama.” Tangannya kini berada dibelakang kedua telinganya, menggerak-gerakkan.
Benar, terlihat sama!
Hanya saja, milik gajah jaaaaaauh lebih lebar. Kami tertawa bersama. Benar-benar menarik. Dan banyak pembicaraan random setelah itu.
Kami menemukan kesamaan diantara kami, seperti menyukai hari jumat, fotografi, komik, susu coklat, cupcake dan mempunyai rutinitas abstrak di lazy day –hari dimana hanya ada kau dan kemalasanmu–. Selain kesukaan yang sama, ada juga yang berbeda. Bukan berbeda –mungkin- tapi karena tidak bisa. Dia tidak bisa makan beberapa makanan laut, ia memiliki alergi. Dan aku sangat menyukai makanan laut.
Sayang sekali aku tidak bisa makan sup kepiting kesukaanku buatan ibu bersamanya.
Tunggu dulu! Apa? Bersamanya?
“Lihat, tuan mataharinya sudah bangun.” Suara besarnya menyadarkanku.
Wah! Indah…
Matahari yang masih malu-malu untuk keluar, yang masih mengintip. Namun semakin lama semakin keluar menampakkan cahayanya, seakan-akan didorong dari bawah. Aku harus mengabadikannya. Suara jepretan dari nya lebih dulu terdengar.
“Cantik.” Kulihat dia tersenyum senang melihat hasil kamera besarnya. Aku tidak mau ketinggalan, suara kamera ponselku berbunyi beberapa kali, berusaha mengambil angel terbaik dari sang matahari. Pengalaman pertamaku, tidak tidur disaat langit gelap, menunggu matahari bangun, berbicara berjam-jam dengan orang yang baru kukenal.
Tidak buruk.
Ini menarik. Ini menyenangkan!
Namun sayang harus berakhir, “Aku harus siap-siap ada kuliah pagi yang menungguku.” Aku membereskan selimut dan tidak lupa membawa bubu.
Saat hendak masuk, “Hyo-” suaranya menghentikan langkahku, “apa.. apa kita bisa menunggu matahari lagi besok?” Tangan kanannya menggaruk tengkuknya dan tangan kirinya memegang pagar balkon yang menghadap kebalkonku. Dan kini ia tersenyum. Aku mengikutinya untuk tersenyum dan mengangguk, membuat senyumannya semakin lebar.
“Semoga harimu menyenangkan.”
“You too, Park Chanyeol. Have a great day.”
Virus senyuman darinya tidak menghilang bahkan setelah aku membereskan tempat tidur.
Ini virus darinya atau… aku yang ingin tersenyum. Entahlah. Ini tidak buruk dan aku menyukainya. Ini menarik dan menyenangkan.
Insomnia tidaklah buruk.
Dan walaupun tidak bisa makan sup kepiting bersama. Kami tetap bisa menunggu matahari bangun untuk hari selanjungnya, selanjutnya dan selanjutnya. Bersama…

~o0o~
END

Huft~
Finally… I did it!
I’m back! Hahaha
Setelah sekian lama tidak bercerita, akhirnya aku kembali.
Cerita ini hasil imajinasi yang muncul di pukul 02.45 WIB dan well…  yaa, aku enggak tidur sampai pagi menjelang. Cerita ini enggak sepenuhnya fiksi dan ada –banyak– curhatan/hal-hal tentang aku didalamnya. Hahaha *promosi*
Aku senang bisa ceritain tentang gajah dan Park Chanyeol disini.
And thanks to you, seseorang yang nemenin dan ninggalin aku tidur.-__- HAHAHA
Okay, see you in another story. PaayPaaay. :*

Xoxo,
EZY

Minggu, 31 Mei 2015

1 May 2015

Diposting oleh Unknown di 09.26 0 komentar
Gak kerasa ternyata bulan mei udah mau habis tapi pos-an yg kemaren belum dipublish. Hehehe

Ada apa dengan 1 Mei 2015?
Hari itu adalah hari yang bersejarah dimana yoan bersama-sama dengan teman-teman panitia paskah jurusan tercinta -ekonomi pembangunan- berhasil mempersembahkan acara yang 'penuh dengan berkat' untuk orang lain.
Sangat bersyukur dapat diberi kesempatan dan dipercayakan oleh Tuhan serta teman-teman jurusan untuk ambil bagian didalam kepanitiaan paskah HMD-EP 2015 sebagai co. Acara.

Dengan banyaknya dinamika dan pergesekan karakter, perbedaan pendapat serta keegoisan antara satu dengan yang lainnya.
Pengisian, rapat, aksi dana, publikasi, jam doa, latihan acara, survey, panjar-memanjar hingga hari-H benar-benar luar biasa untuk boleh dinikmati bersama-sama, berproses dan saling belajar.



Dan hal inilah yang ingin kubagikan pada kamu semuanyaaa...
"Jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Kamu tidak akan tahu itu salah atau benar sebelum kamu mencobanya. Dan salah atau benar bukanlah intinya, tetapi respon."


Sekian cerita ku...

Mungkin ini tidak menarik, tetapi ini sangat berarti. :D


Salam kasih,
ezy

Sabtu, 02 Mei 2015

Hai... Long time no see...

Diposting oleh Unknown di 00.33 0 komentar
Hai....
Long time no see....

Aku punya banyak cerita dalam beberapa bulan ini, tapi karena beberapa faktor jadi enggak kesampean untuk menuliskannya di blog ini. :3

Btw, Happy MAY!
I love may. :D

Dan kemaren, tepatnya 1 Mei 215 suatu yang besar telah terjadi.
Mau tau apa ituuuu?
Penasaraaan?
Hhahahaha

Ditungguin pos-an aku selanjutnya yaa :D


with love,
Ezy

Rabu, 13 Agustus 2014

Maaf dan Terima Kasih

Diposting oleh Unknown di 00.47 0 komentar
Maaf...
Mungkin kata maaf tidak bisa membayar kekecewaan bagi berbagai pihak yang dirugikan dari kesalahan dan ke-tidak-sengajaan dari pihak saya, pemilik blog ini.
Mengenai fanfiction yang mengandung unsur meniru, menciplak ataupun sejenisnya.
Pos-an yang berisi fanfiction yang disebutkan diatas sudah saya tindak lanjuti yaitu sudah saya hapus, agar tidak semakin merugikan berbagai pihak.

Saya juga mewakili teman saya -author yang menulis fanfiction- meminta maaf atas kesalahan dan hal-hal yang merugikan, terkhusus karena telah meniru karya orang lain.

Dan saya juga berterima kasih kepada orang-orang yang sudah memberi komentar, memberi tahu kepada saya mengenai unsur-unsur plagiator didalam blog ini.
Komentar-komentar kalian sangat saya hargai, sebagai motivasi dan penilaian terhadap blog ini. Yang memberikan dampak positif untuk membuat blog ini lebih baik lagi dan mengingatkan saya agar lebih teliti dalam mempublish sesuatu.

Maaf dan Terima Kasih.
Yoan Betzy Monica

Senin, 28 Juli 2014

Angel~

Diposting oleh Unknown di 23.55 0 komentar
Hembusan udara angin malam, langit tak berbintang. Bersama kesunyian kota yang tertidur dan alunan musik jiwa dari kotak kecil ajaib ciptaan. Aku menutup mata. Mencari cahaya didalam kegelapanku sendiri.
.
.
.
Aku mendapatkannya, cahaya itu. Cahaya kecil yang menarik, menarik jiwa.
Tapi ...
Jiwa tidak bodoh. Bahkan mendapatkan lebih dari kepintarannya. Lebih dari sesuatu yang indah, sesuatu dengan sayap-sayapnya bersama cahaya.
Berdosakah jika tidak menolak?
.
.
.
Rela. Aku akan, untuk semuanya, segalanya.
Terlalu tertarik, sampai tidak bisa bergerak. Pesona dengan perintah untuk menunggu. Tidak memilih, aku menunggu. Menunggu ... diudara.
Jahat! Perintah sudah cukup!
Engkau berbalik dan tersenyum. Membuatku semakin bodoh dan tolol. Membuat keindahan itu untuk menyadarkan bahwa aku berharga. Sangat berharga. Terlalu berharga.
.
.
.
Dan saat kegelapan menghilang, sayap-sayap pun entah kemana. Aku kehilangan. Menentukan keberdosaan, saat tidak ada penolakan.
Aku menyerah ...
Aku membuka mata. Dosa penolakan membayar kehilangan, membayar dengan kebahagiaan. Menularkan senyuman, menemukan bahwa ... "Kita bertemu. Aku menemukanmu, malaikatku. "

ooooo
END

ooooo

Kenapa aku nulis ini?
Kenapa aku publish ini?
Entahlah .... hanya ingin.

Ringkasan! : D

xoxo,
EZY

Minggu, 27 Juli 2014

Obsession!

Diposting oleh Unknown di 14.31 0 komentar


Menunggu adalah kegiatan yang membosankan. Kegiatan yang membosankan itu akan berubah menjadi kegiatan yang memusingkan saat dirimu menunggu bersama anak kecil yang super aktif, yang tidak bisa diam, yang bisa berpindah tempat dalam waktu yang singkat. Bukan karena kekuatan super, tapi karena anak itu sangat aktif. -_-
Semakin memusingkan lagi saat anak kecil itu hanya menganggap omelan dan teriakan darimu sebagai musik pengiring kegiatan bermainnya, membuatnya semakin bersemangat bergerak dan bermain.
Dan kegiatan membosankan serta memusingkan itu adalah kegiatan yang sedang kulakukan sekarang. Aku menunggu bersama anak kecil ajaib. Anak kecil itu sedang lari-lari seorang diri tidak jauh dariku. Membuatku mengeluarkan teriakan untuk kesekian kalinya yang memohon padanya untuk tidak bergerak terlalu banyak, tidak bergerak berlebihan yang membuat tampilan bersih dan manisnya berubah menjadi berbanding terbalik, atau gerakan yang menghasilkan keringat berlebihan dan yang terburuk gerakan yang dapat membahayakan dirinya.
"Tuhkan, udah berapa kali dbilangin tapi enggak mau dengar, jadi jatuhkan." Teriakan yang terdengar marah, kejam dan menyalahkan kukeluarkan. Tapi sebenarnya ini adalah khawatiranku, lututnya berdarah.
"Gak bisa lari-lari lagi. Sampe uncle dan aunty dateng, kamu harus duduk dan tenang disini. Beside me, okay? "Seperti aplikasi, tapi, tidak. Ini perintah. Ia mengangguk patuh. Meskipun tidak menangis, aku tau ia kesakitan saat aku menempelkan plester obat ke luka nya.
Sunyi memang, tapi ini lebih baik dari anak kecil ini menambah luka dibagian tubuhnya yang lain.
"Bu tau nggak? Kalau udah dewasa nanti aku mau jadi apa? "Sekedar meralat, sebenarnya saat bersama anak ini suasana tidak akan sesunyi itu. Sebagai informasi tambahan, anak kecil ini bukan anak yang pendiam. Banyak hal yang ia mau tau dan banyak hal yang ingin dibicarakannya. Percakapan random khusus anak-anak. Dan kenapa ia memanggilku 'bu', itu karena ia selalu memanggilku 'bubu', berasal dari nama bonekaku dan nama itu yang dipakainya sebagai nama panggilan untukku.
"Jadi superhero. Aku mau menyelamatkan kota. "
"Waw, hebat. Kamu mau jadi siapa? Superman, spiderman atau batman? Kamu bisa terbang atau hilang? "Aku merespon seantusias mungkin. Menarik sebenarnya untukku, saat hampir semua anak ingin menjadi dokter dan polisi saat mereka dewasa nanti, ternyata masih ada satu dari banyak anak itu yang memiliki hati mulia untuk menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa dan negara, seseorang yang akan menyelamatkan kota dengan cara yang berbeda, caranya sendiri.
Ia menggelengkan kepalanya, dan wajah manisnya terlihat semakin lucu saat ia berusaha untuk serius, "Enggak semuanya, aku enggak mau jadi superman, spiderman, atau batman. Aku mau jadi diriku sendiri, bu. "
Lalu ia tampak berpikir, membuat wajahnya semakin lucu. Ingin rasanya aku mencubit pipinya yang tidak begitu cubby itu. Ia akan melanjutkan jawabannya, "Hmm, sering ganti-ganti sih bu, tapi aku lebih seringnya kuat."
Sungguh, aku ingin tertawa dan mencubit pipinya. Anak-anak benar-benar memiliki imajinasi yang luar biasa.
"Jadi, kamu kayak Hulk? Badannya besar dan berotot? "
"Iih, bubu. Tadikan udah aku bilang, aku mau jadi diriku sendiri. Jadi badannya aku enggak ada ototnya. "
"Terus, kamu menyelamatkan kotanya gimana?"
"Kan aku superhero. Meskipun badan aku kayak gini, aku tetep kuat, aku bisa ngelempar. Jadi semua orang gak bakalan nyangka kalau aku superhero. "
Luar biasa. Apa dan siapa yang bisa kuberi pujian dan kusalahkan untuk imajinasi anak ini? Dan ada apa dengan diriku? Sebenarnya, aku seperti memiliki firasat yang tidak baik akan pembicaraan kami ini.

"Waw, hebat. Kamu bisa ngelempar apa aja? "Aku ingin mengakhiri dan mengalihkan pembicaraan ini. Tapi sialnya bibir ini tetap mengeluarkan keantusiasan.
"Semuanya. Cuma satu yang gak bisa aku lempar. "
Anak kecil ini terlalu pintar dibandingkan teman-teman seumurannya. Ia menjawab dengan sangat baik. Dan satu yang kusadari adalah aku tidak bisa berhenti. Aku terbawa arus ...
"Apa?"
"Hati aku."
"Maksud kamu?"
"Nanti kalau udah dewasa, aku pengen ngasih hati aku ke bubu. Enggak mau aku lempar, soalnya aku kan superhero, kalau dilempar, ntar penundaan. "
"E-eh?"
"Bubu, itu papa sama mama. Papa ... Mama ... "
ooooo
END

ooooo
Hahahahaha ... Okeey, izinkan aku untuk tertawa lagi. Hahahahaha ...
Serius, menurut aku aneh banget ceritaku kali ini. Aku aja bingung kenapa bisa nulis ini.
Tapi aku suka saat ngebayangin ini. Lucu kali ya digombalin sama anak kecil. : D
Okedeh, sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Ps: Thanks untuk seseorang yang jauh disana. Chat-mu menginspirasiku. ;) Kupersembahkan fiction ini untukmu. Happy birthday bocah ingusan ~ hhahaha

See you ...

Xoxo,
EZY

Sabtu, 26 Juli 2014

Are you not afraid..... I'm fallin' in love with you?

Diposting oleh Unknown di 11.13 0 komentar
Seseorang bertanya padaku, "Apa kau tidak takut, jika aku jatuh hati
padamu?"... Dengan diiringi senyuman terbaikku, aku menjawab dengan apa yang ada terlintas dipikiranku, "Kenapa harus takut? Kau tidak akan mengirimiku bingkisan berisi bangkai atau hal-hal aneh kan. Seperti secret admirer fanatic atau layaknya hater didrama kan. Jatuh hati padaku, itu hakmu. "Dan sialnya, saat bibirku mengucapkan kalimat-kalimat itu. Didalam hatiku ada jawaban lain yang tercipta. 'Yang kutakutkan adalah aku yang akan jatuh hati padamu, bodoh.'





ooooo

END

ooooo 


xoxo,
EZY
 

My World!!! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea